Tampilkan postingan dengan label sekolah hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah hijau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

Mengenal Adiwiyata

Adiwiyata
Hasil gambar untuk pengertian sekolah adiwiyata
Kata Adiwiyata berasal dari 2 (dua) Kata “ADI” dan “WIYATA”. Adi memiliki makna: besar, agung, baik, ideal dan sempurna. Wiyata memiliki makna: tempat dimana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Jika secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna: tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh secara ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita menuju keada cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Program Adiwiyata adalah : salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapakan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.
Tujuan Program Adiwiyata adalah : menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Program Adiwiyata harus berdasarkan norma-norma Kebersamaan, Keterbukaan, Kejujuran, Keadilan, dan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Tujuan Adiwiyata

 Tujuan Umum

 Membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan  bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang



Tujuan Khusus

 Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

.     Prinsip-prinsip Dasar Program Adiwiyata

 1.     Partisipatif

Komunitas sekolah terlibat dalam manjemen yang meliputi keseluruhan  proses  perencanaan,  pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.

 2.     Berkelanjutan

Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara  komprehensif.

  Komponen Adiwiyata

Untuk mencapai tujuan Adiwiyata ada empat komponen program yang  merupakan satu kesatuan yang utuh.

  1. Kebijakan Berwawasan

  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan

  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipasif

  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan

     Keuntungan Program Adiwiyata

  1. Mendukung  pencapaian standar kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah

  2. Meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi

  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi bejar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif

  4. Menjadikan tempat pembelajaran nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan bemar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar

  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan sekolah

Teknik Pembuatan Kompos

       Berikut ini cara pembuatan pupuk  yang ramah lingkungan yaitu pupuk kompos yang berasal dari sampah tanam-tanaman.dan sampah rumah tangga  Karena sampah tanam-tanaman dan sampah rumah tangga kalau di biarkan akan menimbulkan penyakit, maka sampah tersebut akan di jadikan Pupuk Kompos yang tadinya sampah sekarangf jadi pupuk.

 Caranya  :

 1.     Kumpulkan sampah  500 kg  yang organik dan nonorganik sampah

 2.      Sampah sampah ini di potong kecil-kecil baik secara manual maupun memakai  mesin pemcacah sampah , 

 3.     Sampah yang terpotong kecil dicampur dedak 1 kg hingga rata ,

 4.     Setelah itu masukkan   20 mm EM 4 yang merupakan bakteri Fermentasi dan di campur dengan 20 mm Molase dan air tanah, air tanah mutlak diperlukan karena mempertahan kan mikroba yang diperlukan untuk kesuburan tanaman, campuran bahan kimia tersebut dipercikkan kedalam sampah yang bercampur dedak, kelembaban sampah harus dijaga hingga mencapai 40 % kandungan air.

 5.     Setelah selesai sampah di masukkan kedalam tong/karung selama 5 hari dengan kondisi suhu sampah 500° C setelah dua hari kemudian sudah terjadi Fermentasi dan pupuk kompos telah siap di gunakan . Sampah harus terlindung dari hujan dan sengatan matahari jika di taruh dalam ketinggian maksimal 40 cm maka sampah akan berubah jadi pupuk Kompos

 6.     Kompos siap untuk dipakai

Karyaku:Adiwiyata SMP NEGERI 20 MALANG

Adiwiyata SMP NEGERI 20 MALANG
 SMP Negeri 20 Malang yang berada di jalan Raden Tumenggung Suryo No. 38 terus memantapkan diri songsong Adiwiyata 2016. Usai divisitasi oleh tim Adiwiyata Propinsi Jawa Timur, pada Mei 2016 lalu sekolah yang dikepalai oleh Drs. H. Dedy Farid Ifanul I, MKPd itupun terus memantapkan diri untuk dapat lolos di level nasional.
Berbagai program unggulan terus dilaksanakan oleh seluruh civitas SMPN 20 Malang dibawah koordinasi Dra. Budi Arti Andjajani. Beberapa program unggulan yang meliputi program pendekatan religi, program cinta buku, program tutur sebaya, program two zero cinta lingkungan, program karya mandiri two zero, program sehat gembira, Kantin sehat dan program pelestarian lingkungan dijalankan secara maksimal dengan melibatkan 864 siswa serta 74 tenaga pendidik dan kependidikan diatas lahan seluas 7.740 meter persegi.
” SMPN 20 Malang sangat berbangga diri sekaligus gembira atas kepercayaan Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Badan Lingkungan Hidup yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mewakili Kota Malang dalam ajang lomba Adiwiyata ini ” tutur kepala SMPN 20 Malang Drs. H. Dedy Farid Ifanul I, MKPd .
Lebih lanjut pria yang akrab disapa abah Dedy itupun menambahkan bahwa semua capaian yang ada saat ini merupakan hasil kerjasama seluruh keluarga besar SMPN 20 Malang, mulai dari siswanya, guru, staff, komite, orang tua siswa, Dinas Pendidikan dan juga Badan Lingkungan hidup yang telah memberikan dukungan penuh atas apa yang ada saat ini.
Sementara itu, Sekretaris Adiwiyata SMPN 20 Malang Meilisa Novariana S.Pd menjelaskan bahwa saat ini usaha yang dilakukan oleh sekolah yang berdiri sejak tahun 1994 silam itu diantaranya dengan membentuk 25 kelompok kerja (pokja) pendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata.
Beberapa kelompok kerja (pokja) yang dibentuk diantaranya pokja
Tanaman hias, anggrek, kompos, sayur, tiga dan buah, kamar mandi, sampah, uks dan kantin, kir, ansamble, tari, taman dan pohon, perpustakaan, kopsis dan kantin kejujuran, ikan dan ipal, masjid, biopori, pramuka, terima tamu, life skill, ipa, cacing hidroponik, ungggas, dan pokja jamur.
Salah satu pokja di SMPN20 adalah pokja sayur
Pokja merupakan singkatan dari kelompok kerja. SMPN 20 Malang memiliki berbagai kegiatan di luar jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Selain kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, SMPN 20 Malang memiliki kegiatan rutin setiap hari jum'at yaitu Kelompok Kerja atau yang biasa disingkat dengan sebutan pokja. Diantaranya pokja sayur, pokja anggrek, pokja kamar mandi, pokja burung, pokja ipal, pokja toga, pokja hidroponik, pokja taman, dan lain sebagainya. Dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana kegiatan pokja sayur di SMPN 20 Malang.

          Kelompok kerja sayur merupakan pokja yang berhubungan dengan program adiwiyata SMPN 20 Malang. Karena Smpn 20 terdapat pendidikan budaya lingkungan hidup, adanya lahan kosong, dan adanya pembelajaraan sayur organik maka dibentuklah pokja sayur. Kegiatan budidaya sayur seperti perawatan, pengolahan tanah, pemanenan dan penjualan merupakan tugas dari kelompok kerja sayur.

          Sayuran yang ditanam meliputi kangkung, terong, tomat, cabai, sawi hijau, sawi pakcoy, seledri, kubis,dan bunga kol. Cangkul, cetok, tray, polybag, pot, wadah bekas, gembor, ember, selang, dan bambu merupakan alat yang tidak asing bagi pokja sayur. Berikut cara merawat sayuran dengan benar:
1. Tanah harus diolah dengan kompos organik
2. Menanam bibit yang sehat
3. Memberikan pupuk organik
4. Penyiraman secara rutin
5. Pembersihan gulma
6. Menjaga kebersihan sekitar kebun
7. Diletakkan pada greenhouse agar terhindar dari penyakit

          Kegiatan diatas harus dilakukan secara rutin setiap hari. Kelompok kerja sayur dibina oleh Edi Santoso S,Pd. Hasil panen akan dijual ke warga sekolah dan diolah oleh lifeskill. Setiap panen pokja ini akan memperoleh pengahasilan kurang lebih Rp 300.000,00.

Tidak hanya itu melalui visi sekolah berprestasi berlandaskan imtaq berkarakter dan berbudaya lingkungan itupun menerapkan motto “Kancil” (Kami anak negeri cinta lingkungan) semakin memantapkan langkah SMPN 20 Malang sebagai sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan sehat.
Saat ini tim Adiwiyata SMPN 20 Malang telah berhasil menorehkan prestasinya melalui kompetisi Urban Farming tingkat Malang Raya dengab menyabet trophi juara 1.

Resensi Novel Negeri di Ujung Tanduk

Data Buku: Judul               : Negeri di Ujung Tanduk  Penulis             : Tere Liye  Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama...